sumber foto : flickr.com

Kamu sudah melihat delapan tips menulis pada materi pertama. Apakah kamu masih kesulitan dan seringkali “stuck” atau merasa belum nyaman saat menulis. Tenang, masih banyak tips yang dapat kamu ikuti dan terapkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam menuangkan ide kamu dalam bentuk tulisan. Apa yang dapat kamu lakukan agar hal tersebut menjadi kenyataan? Berikut ini beberapa tips berikutnya yang dapat kamu terapkan sepanjang menulis.

  • Jalani kehidupan kamu seperti biasanya

Jika kamu tidak menjalani kehidupan kamu dan hanya duduk di depan komputer untuk menulis, maka kamu akan kehabisan bahan yang akan kamu tulis. Tidak ada yang akan memberi lebih banyak ide bagi tulisan kamu selain segala yang terjadi di dalam kehidupan nyata kamu. Jadi, jalanilah kehidupan kamu seperti biasa. Temui teman-temanmu dan kunjungi nenek yang berada di kota yang berbeda dengan kamu. Hal ini akan mendatangkan ide baru bagi tulisan kamu.

  • Tulislah dalam beberapa kategori sekaligus

Jika kamu menyisihkan waktu yang sedikit lebih panjang untuk menulis dan membuat target tulisan, misalnya kamu ingin menyelesaikan 5 kategori tulisan sekaligus, terkadang kamu dapat masuk ke zona dimana ide akan mengalir dengan lebih mudah. Kamu dapat mencoba melakukan hal ini. Misalnya, kamu punya waktu satu minggu untuk membuat tujuh tulisan sekaligus. Mulai dari hari senin, cobalah untuk menulis kesemuanya secara bersamaan, bukan menulis satu tulisan dalam satu hari. Tulislah beberapa kalimat dari masing-masing tulisan secara bersamaan. Kemudian pada hari-hari berikutnya kamu dapat menambahkan gagasan dan mengeditnya juga secara bersamaan. Hal ini akan mampu membuat ide kamu lebih mengalir dan kamu akan mengurangi rasa panik dalam menyelesaikan deadline tulisan.

  • Jangan mulai menulis dari awal

Paragraf pertama merupakan bagian yang harus kamu tulis dengan sebaik mungkin. Menulis bagian ini merupakan bagian tersulit dari semua isi tulisan. Oleh karena itu, lebih baik bagi kamu untuk mulai menulis dari bagian tengah atau akhir tulisan. Bagian ini tidak harus mengandung kata-kata atau kalimat sebaik paragraf pertama. Kamu dapat mulai dengan menuliskan ide besar dari tulisan kamu, kemudian jabarkan ide-ide tersebut menjdi beberapa tulisan. Setelah bagian tengah dan akhir tulisan selesai kamu buat, barulah kamu dapat menyisihkan lebih banyak waktu untuk membuat paragraf awal agar tampak luar biasa.

  • Catatlah seluruh ide yang muncul secara tiba-tiba

Ide untuk menulis dapat datang kapan saja dan diamana saja. Oleh karena itu, kamu harus menggunakan satu tempat yang dapat menyimpan semua ide yang kamu temukan. Saat ini, ada banyak aplikasi yang dapat kamu install di smartphone atau tablet kamu untuk mencatat ide-ide yang secara tiba-tiba muncul di pikiran kamu. Menggunakan smartphone lebih memungkinkan karena saat ini hampir setiap saat semua orang selalu membawa smartphonenya, bahkan di kamar mandi sekalipun. Kamu dapat menginstall aplikasi pembuat catatan seperti evernote atau menggunakan aplikasi yang memang sudah ada di dalam smartphone kamu seperti Samsung Note. Penting bagi kamu untuk mencatat semua gagasan atau ide yang tiba-tiba muncul tersebut karena beberapa ide hanya singgah di pikiran kamu selama beberapa menit saja dan akan menghilang setelahnya. Ide dan gagasan ini dapat kamu uraikan lebih lanjut saat kamu sudah duduk di depan laptop dan bersiap untuk menulis.

  • Cobalah untuk menulis menggunakan tangan yang jarang kamu gunakan sepanjang penulisan

Ini mungkin terdengar sulit, tapi sangat menarik untuk kamu coba. Jika selama ini kamu dominan menggunakan tangan kanan kamu untuk menulis, maka kali ini kamu dapat sesekali mencoba untuk menggantinya. Mungkin ini terdengar kurang enak. Namun, mencoba menulis dengan tangan kiri kamu akan membuat tulisan kamu menjadi berbeda. Salah satu kemungkinan yang akan kamu dapatkan dengan mencoba menulis menggunakan tangan yang berbeda adalah kamu tidak akan menulis dengan bertele-tele dan tidak penting. Hal ini dikarenakan kamu kesulitan menulis menggunakan tangan yang jarang kamu gunakan sehingga kamu hanya akan menuliskan hal-hal yang penting saja. Hal ini mungkin tidak akan berhasil untuk semua penulis, namun kamu dapat mencobanya jika kamu ingin menantang kemampuan menulis kamu dengan tangan yang berbeda.

  • Berhentilah jika kamu sudah “stuck”

Jika kamu sudah nulis beberapa saat dan merasakan otak kamu sudah panas, maka yang harus kamu lakukan adalah berhenti menulis. Tidak ada gunanya untuk memaksa pikiran kamu mengeluarkan bahan tulisan yang lebih banyak. Kamu hanya akan memaksa otak kamu untuk bekerja keras dan hasilnya, pekerjaan yang kamu dapatkan tidak akan maksimal. Beristirahatlah. Kembalilah menulis saat pikiran kamu sudah kembali jernih dan bersih.

  • Brainstorming ide

Jika kamu kehabisan ide yang akan kamu tulis, maka kamu dapat melakukan braistorming ide dengan waktu yang lama. Ambilah secarik kertas dan tuliskan apapun yang ada di dalam pikiran kamu. Jangan membatasi diri kamu, tuliskan saja. Sekalipun kamu hanya menuliskan tentang kebosanan dan masalah yang kamu hadapi karena tidak menemukan ide. Tuliskanlah. Banyak dari apa yang kamu tulis tidak ada hubungannya dengan topik tulisan yang sedang kamu buat. Akan tetapi, mungkin kamu akan menemukan permata tersembunyi di antara tulisan yang tidak relevan tersebut.

  • Buat mind map atau peta pemikiran

Membuat mind maping atau peta pemikiran merupakan salah satu bentuk brainstorming. Namun, peta pemikiran dibuat dengan sedikit lebih teratur. Hal ini lebih mudah untuk dilakukan daripada membuat outline atau garis besar pemikiran karena formatnya yang memudahkan untuk memasukan beberapa poin ke dalam tulisan yang sudah kamu buat. Kamu dapat membuat mind map menggunakan perangkat elektronik seperti laptop atau smartphone. Akan tetapi, menulisnya dengan menggunakan pensil dan kertas akan lebih mudah dan ide yang kamu miliki akan lebih mudah untuk dituliskan.

  • Menggunakan beberapa tools online untuk mendukung penulisan

Ada banyak tools di internet yang dapat membantu kamu menulis dan mendapatkan ide-ide untuk kamu tuliskan. Misalnya, kamu dapat menggunakan pengecekan plagiarisme, penghitungan karakter, penghitung kata, atau pengecekan grammar di tulisan kamu. Kamu juga dapat mencari topik-topik yang sedang trend saat ini di internet dengan menggunakan google trends. Semua ini akan membuat kamu lebih mudah dalam menemukan ide-ide baru tulisan kamu dan memperbaiki tulisan kamu jika memang ada unsur plagiarisasi. Jika kamu ingin menggunakan kata-kata baru, kamu juga dapat mencari artinya dengan lebih cepat. Cukup ketikkan kata tersebut di Google dan kamu akan mendapatkan artinya. Hal ini dapat menambah variasi kata yang kamu gunakan sepanjang penulisan.

  • Ubah jadwal menulis kamu

Kamu mungkin sudah membuat jadwal-jadwal yang akan kamu gunakan untuk menulis. Akan tetapi, lama-kelamaan jadwal tersebut akan membuat kamu jenuh dan bosan. Saat perasaan ini datang, tidak ada salahnya kamu mengatur ulang jadwal kamu. Terutama jika kamu memiliki kesibukan baru yang menyita waktu kamu lebih banyak. Kamu yang sebelumnya menulis setiap hari dapat menggantinya menjadi dua atau tiga kali sehari. Hal ini akan menghilangkan stres yang selalu muncul saat kamu menulis. Kamu juga dapat menuliskan konten kamu dengan cara yang terbaik sehingga pembaca akan mendapatkan tulisan yang berkualitas.