sumber foto: pxhere.com

Menulis kalimat yang persuasif merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi beberapa orang. Namun, ini dapat menjadi salah satu kesulitan bagi mereka yang sulit mempengaruhi orang lain untuk mempercayai apa yang diucapkan atau dituliskannya.

Persuasive writing merupakan salah satu seni tulisan yang membutuhkan pemikiran yang orisinil dan kritis sehingga dapat menyampaikan argumen yang dimiliki dengan baik.

Persuasive writing merupakan cara yang dapat dipilih oleh penulis untuk berdebat dengan cara yang baik. Melalui persuasive writing penulis dapat menyampaikan gagasan dan ide yang ia miliki dengan argumen yang sesuai. Hal ini mampu membuat penulis mencapai tujuan yang diinginkan.

Apakah kamu pernah melihat dua orang yang bertengkar setelah membaca sebuah tulisan? Penulis yang membuat tulisan tersebut berarti menggunakan kemampuan menulisnya dengan baik. Meskipun buruk, sebagian besar berita hoax yang beredar di tengah masyarakat menggunakan teknik penulisan persuasive writing. Tidak heran jika setelah membaca sebuah informasi bohong akan menimbulkan banyak perdebatan di masyarakat. Inilah tujuan yang ingin dicapai oleh penulis berita atau informasi hoax (bohong).

Namun, kamu tentu juga dapat menggunakan persuasive writing untuk keperluan lainnya yang lebih baik. Jika kamu ingin mencoba mengasah kemampuan persuasive writing kamu, berikut ini beberapa tips yang dapat kamu coba.

  • Buat opini. Lakukan penelitian dan cari fakta. Gabungkan fakta dan opini

Bagian paling penting dalam membuat tulisan persuasif adalah argumen, pendapat, atau opini penulis menegani topik dibahas. Kamu harus membuat argumen yang tepat, ringkas, dan padat. Jika argumen yang kamu sampaikan luas, maka ribuan kata yang kamu tuliskan tetap tidak akan mampu memperkuat maksud dan tujuan yang ingin kamu raih. Jika kamu memang memiliki ide yang terlalu luas, cobalah untuk mempersempit hal ini ke dalam ide atau gagasan yang lebih sempit. Kamu akan mendapatkan ide dengan argumen yang padat yang dapat kamu sampaikan kepada pembaca.

Namun, dalam menemukan ide, jangan memaksakan ide yang memang tidak bisa dipersempit. Jika ide yang kamu pilih memang luas dan sulit untuk dipersempit, maka kamu harus tetap menjabarkannya dengan cara tersebut. Hal ini akan menimbulkan persimpangan di dalam logika tentang topik tersebut. Tulisan yang kamu buat pun menjadi tak bernilai dan tidak berujung.

Untuk menghindari hal-hal buruk saat kamu menuliskan ide, opini, atau argumen yang akan kamu sampaikan, maka kamu harus mengumpulkan data yang cukup. Jika kamu sudah punya ide dan kamu sudah menuliskan argumen tentang hal ini, maka carilah fakta dan data yang dapat mendukung argumen yang sudah kamu sampaikan. Data ini akan memperkuat argumen tersebut.

  • Jika ragu dengan opini yang disampaikan, gunakan fakta

Penulis tidak selalu datang dari bidang yang ingin ia tuliskan. Misalnya, seorang mahasiswa ilmu ekonomi bisa saja menulis artike persuasif tentang politik di Indonesia. Hal ini umum terjadi, karena banyak orang-orang yang lebih ahli di bidang lain dibandingkan latar belakang pendidikan yang mereka miliki.

Hal ini terkadang membuat seorang penulis menjadi ragu dalam menuliskan pendapat ata argumen yang dimiliki. Merasa tidak memiliki basis pengetahuan yang cukup, maka terkadang banyak penulis merasa tidak pantas menuliskan argumen atau pendapat mengenai topik yang diinginkan.

Jika kamu termasuk salah satu penulis yang mengalami dilema seperti ini saat menulis artikel persuasif, maka kamu harus mengubah pikiran ini. Apapun topik yang kamu pilih, kamu tetap dapat menulis artikel persuasif mengenai hal ini.

Kuncinya adalah sertakan fakta dalam setiap opini yang kamu sampaikan.

Fakta yang kamu sertakan dapat berupa data statistik, pendapat atau kutipan dari ahli, kutipan jurnal internasional, dan data-data lainnya. Fakta yang dapat diverifikasi kebenarannya merupakan satu-satunya cara yang dapat melindungi kerentanan argumen yang kamu sampaikan. Dengan menyampaikan fakta yang sesuai, tulisan persuasif yang kamu buat akan diakui kresibilitasnya di mata pembaca. Fakta merupakan pendukung yang meyakinkan dalam setiap artikel atau tulisan persuasif.

Menulis artikel persuasif tanpa fakta hanya dapat dilakukan jika kamu ahli dan sudah pakar di bidang tersebut. Jika kamu mengetahui dengan jelas topik yang kamu bahas, memiliki pola pikir yang benar, dan siap melakukan usaha yang lebih, maka kamu dapat membuat artikel persuasif yang hanya berisikan opini atau argumen. Namun, jika kamu masih penulis pemula untuk artikel persuasif, menulis tanpa fakta hanya akan merusak reputasi kamu sebagai penulis dan akan dinilai sebagai penulis yang arogan.

  • Jangan menuliskan kalimat yang sombong

Menulis persuasive writing atau tulisan persuasif membuat penulis akan mengeluarkan argumen dan pendapatnya. Jika kamu melakukan hal ini secara berlebihan, maka kamu akan memunculkan kesombongan di dalam tulisan kau. Kamu akan menjadi terlalu berlebihan dan membatasi kemampuan asli yang kamu miliki. Tulisan yang kamu buat akan penuh dengan kecerobohan yang memperburuk tulisan tersebut.

Bagian yang paling buruk dari rasa sombong yang kamu tuangkan ke dalam tulisan adalah tulisan kamu hanya akan penuh dengan kalimat-kalimat imajinatif tanpa ada fakta yang mendukungnya. Setiap argumen tidak memiliki nilai sehingga membuat tulisan tersebut hanya berisikan pemikiran yang semu.

Pastikan kamu untuk tetap mengendalikan diri selama menulis artikel atau tulisan persuasif. Pembaca kamu akan jijik dan enggan membaca tulisan yang penuh dengan kesombongan. Kamu harus melengkapi setiap bagian tulisan kamu dengan hal-hal yang penting untuk disampaikan. Hal-hal yang akan bermanfaat bagi pembaca yang akan membaca tulisan kamu.

  • Jangan Menunggu Inspirasi Datang

Menuis tulisan persuasif tidak selalu gampang. Kamu butuh pemikiran yang benar-benar datang dari otakmu. Oleh karena itu, banyak penulis yang menunggu datangnya inspirasi atau ilham, barulah mereka akan mulai menulis artikel persuasif mereka. Segeralah ubah perspektif ini jika kamu termasuk salah satu penulis yang hanya menulis setelah mendapatkan ilham. Jangan hanya duduk diam dan menunggu.

Kamu dapat mencari sendiri sumber inspirasi untuk setiap tulisan kamu. Kamu dapat membaca buku, koran, majalah, blog, menonton TV, atau melakukan aktivitas lainnya. Hal ini akan membantu menstimulasi otak kamu untuk berpikir dan mendapatkan ide serta argumen yang akan kamu tuliskan. Inspirasi memang menjadi hal utama yang harus ditemukan oleh setiap penulis dan ia dapat datang kapan saja. Kamu dapat menemukan inspirasi dimana saja. Jadi berusahalah dan jangan hanya menunggu.

  • Ingat! Argumen adalah Hal yang Paling Utama dan Banyak di Tulisan Persuasif

Dalam menulis artikel atau tulisan persuasif, argumen menjadi kunci utama yang akan menarik perhatian pembaca dan membedakannya dengan tulisan lainnya. Kamu dapat menyampaikan argumen atau pendapat kamu dengan gaya penulisan kamu sendiri. Kamu dapat menuliskannya dengan gaya bercerita ditambah dengan fakta. Misalnya, kamu membuat artikel persuasif yang berisikan biografi seseorang. Kamu dapat menceritakan pelajaran yang kamu dapatkan dari kisah hidupnya dan sampaikan argumen ini dengan gaya bercerita. Tambahkan fakta yang akan membuat pembaca mempercayai kisah yang kamu sampaikan.

Pilihlah metode penyampaian dan penulisan kamu sendiri. Hal yang paling penting adalah tulisan tersebut berisikan argumen sebagai komponen utama dan fakta yang akan menunjang argumen tersebut.