Menulis merupakan suatu kegiatan yang bersifat pribadi bagi penulis karena ia mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Hal ini membuat beberapa penulis berpikir dua kali untuk menerbitkan buku yang telah mereka tulis, terutama jika harus diterbitkan secara self-publishing. Tedapat berbagai alasan yang akhirnya membuat penulis membatalkan niatnya menerbitkan sebuah buku. Kamu dapat bertanya kepada penulis-penulis besar. Mereka pasti memiliki satu atau dua karya yang tidak mereka terbitkan ke publik karena alasan-alasan pribadi.

Hal ini menjadi sesuatu yang normal karena penulis tentu tidak ingin semua karyanya yang bersifat snagat pribadi diketahui oleh publik. Selain itu juga, penyebab utama yang umumnya banyak terjadi ialah karena penulis merasa mempublikasikan sebuah cerita bohong merupakan kebiasaan yang tidak baik dan akan membunuh kreativitas serta membelenggu keraguan di dalam diri penulis. Padahal cerita yang ditebritkan tidak harus sebuah kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan. Ada banyak kisah bohong yang menjadi cerita yang menarik dan digemari banyak permbaca. Karena  menulis memang berdasarkan kreativitas berpikir sang penulis. Belum lagi resiko menerbitkan secara self-publishing yang menghantui banyak penulis.

Kamu yang telah menulis banyak kisah, namun karena takut dianggap sebagai kisah yang buruk atau terlalu idealis, kamu jadi membatalkan niat untuk publikasi bukumu. Jika kamu sulit untuk menembus penerbit mayor, maka self-publishing menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Kamu sedang dalam kerugian yang besar jika naskah yang telah kamu tulis hanya berdiam diri di komputermu atau mungkin ide tersebut hanya bersemayam di kepalamu saja tanpa berani menuliskannya dan menerbitkan buku dari hal tersebut. Banyak kegagalan dalam proses penerbitan buku karena penulis membatasi diri mereka sendiri. Beberapa hal berikut yang menjadi pembatas diri untuk sukses dalam menerbitkan bukumu sendiri yang harus kamu buang jauh-jauh dari diri kamu:

Baca juga : 3 Strategi Untuk Menulis Buku Yang Baik dan Benar

Sikap yang menyebabkan Buku Tidak Terbit

Sikap yang menyebabkan Buku Tidak Terbit

Sikap Ini yang Menyebabkan Buku Kamu Tidak Terbit

  1. Berpikir bahwa hanya yang ahli yang boleh menerbitkan buku

Banyak penulis yang berpikir untuk menjadi seorang seseorang yang ahli di bidang kepenulisan terlebih dahulu sebelum dapat menerbitkan buku terutama penerbitan secara self-publishing. Penuli yang berpikir seperti ini cenderung menolak masukan dan saran – saran yang diberikan orang-orang di sekitarnya tentang naskah yang ditulisnya. Banyak penulis yang cenderung berpegang teguh pada pendirian bahwa mereka harus menjadi seorang “expert” yang lebih tahu dari orang lain tentang dunia kepenulisan dan penerbitan, barulah buku akan diterbitkan. Expertise insecurity seperti ini merupakan sesuatu yang banyak dihadapi oleh professional lainnya juga, tidak hanya penulis.

Kamu yang memiliki sifat demikian akan takut jika kamu menerbitkan sebuah buku, kemudian ditanya oleh seseorang tentang dunia penerbitan dan penulisan namun tidak dapat menjawab sebagai seorang yang professional di bidang ini. Untuk mengatasi rasa ketakutan ini, kamu dapat mencoba untuk meyakinkan bahwa apapun jenisnya dan seberapa banyak ilmu yang dimilki, tetap ada tempat di dunia ini untuk tulisanmu. Cobalah untuk berbagi masalah dan memperkenalkan tulisan kepada orang-orang di sekitarmu yang bisa membaca tulisan yang diciptakan. Jangan malu atau takut untuk memulai membangun hubungan dengan calon pembaca baik melalui interaksi sosial di kehidupan sehari-hari ataupun melalui media sosial.

  1. Berpikir tulisanmu kamu tidak unik sama sekali

Kamu mungkin merasa takut untuk menerbitkan buku secara self-publishing karena merasa cerita yang kamu buat tidak cukup unik dan berbeda dari cerita yang dibuat orang lain. Kamu harus tahu bahwa “keunikan yang benar-benar unik” tidak akan mungkin ada. Walapun sedikit, kamu tetap akan menemui persamaan antara beberapa cerita. Namun, kamu tentu harus tetap mempertahankan orisinilitas dari tulisanmu. Bagaimana kamu dapat mengatasi perasaan ini? kamu harus tahu bahwa cerita yang sama jika dibuat dengan perspektif yang berbeda akan memberikan kesan yang berbeda pada pembaca. Kamu hanya perlu membuat ceritamu sendiri dan ambilah perspektif cerita berbeda dari cerita serupa yang pernah ada di pasaran. Kamu juga harus tahu bahwa kompetisi adalah hal yang baik karena jika kamu dapat membuat cerita dengan subjek yang banyak dibuat orang lain berarti permintaan akan cerita yang seperti itu cukup tinggi di pasaran. Dan saat inilah kamu dapat menemukan bahwa tidak ada definisi yang pasti tentang “keunikan” suatu tulisan.

  1. Kamu menciptakan cerita dan mengevaluasinya di waktu yang bersamaan

Kamu akan banyak menghabiskan waktu saat kamu memikirkan dua hal yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Misalnya kamu menciptakan ide, menghasilkan gagasan, mempertimbangkan berbagai kemungkinan dari gagasan yang dipilih, dan menvisualisasikan kombinasi baru dari karakter cerita. Saat kamu mulai membuat kreasi cerita yang akan kamu tulis, kemudian kamu memilih beberapa gagasan dari cerita yang telah diciptakan. Kamu mengelompokan mereka menjadi hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas cerita dan yang tidak berguna. Menciptakan dan mengevaluasi merupakan dua aktivitas yang saling bertentangan. Jika dikombinasikan di waktu yang bersamaan, maka kedua proses ini akan saling bertentangan. Jika kamu merasa kesulitan menemukan ide saat melakukan evaluasi cerita yang belum selesai, kamu harus mulai menghentikan kebiasaan ini. Mengevaluasi cerita saat kamu belum selesai membuat cerita tersebut akan menghilangkan kreativitas beroikir kamu untuk menciptakan cerita yang utuh. Luangkanlah waktu untuk membuat cerita hingga selesai, barulah evaluasi masing-masing bagiannya.

  1. Lingkungan meragukan kemampuanmu

Seringkali hambatan untuk menjadi penulis datang dari orang-orang di sekitarmua, misalnya teman atau keluarga. Mungkin bagi beberapa orang, menulis bukanlah hal yang penting dan hanya mengganggu kamu dari melakukan hal yang berguna untuk hidup kamu. Orang-orang memang akan berbicara dan selalu menyampaikan kata-kata yang menurut mereka akan lebih baik. Namun, tentu hidupmu kamulah yang menentukan. Kamu tidak harus mendengarkan kata orang-orang yang menghalangi mimpimu untuk menerbitkan bukumu sendiri. Mereka akan menjadi batasan kamu jika kamu terlalu meresapi yang mereka katakan.

Ikutilah kata hatimu dan tetap terbuka untuk berbagai kritik serta saran yang diberikan. Jangan sampai hal-hal yang dikatakan orang-orang membuat kamu memiliki pemikiran bahwa self-publishing mungkin akan menjadi kegagalan yang akan menjatuhkan karir menulismu. Begitu kamu dapat menerbitkan bukumu sendiri, kamu dapat menunjukan kepada mereka dan diri kamu sendiri bahwa pekerjaanmu sebagai penulis adalah sesuatu yang kreatif dan serius.

Baca juga : https://www.yuknulis.id/tips-dan-trik/10-tips-rahasia-penulis-sukses-yang-sering-di-abaikan-penulis-pemula/

  1. Berpikir karya kamu tidak akan sukses di pasaran

Buku yang diterbitkan secara self-publishing susah untuk menembus pasar sehingga kemungkinan besar akan gagal. Ya.. tidak ada yang dapat membatasi diri dari rasa takut akan kegagalan. Kamu mungkin mengansumsikan bahwa penjualan nol dari buku yang kamu terbitkan menjadikan kegiatan menulis dan menerbitkan buku yang kamu lakukan menjadi sesuatu yang tidak berharga. Ingatlah bahwa setiap pilihan pasti ada keuntungan dan tentu resiko yang harus dihadapi. Sekalipun kamu menerbitkan buku melalui penerbit besar pun tidak ada jaminan buku yang kamu terbitkan akan sukses di pasaran. Kegagalan merupakan bagian dari proses. Jika mampu melaluinya dan mengambilnya sebagai pelajaran, maka kamu setidaknya sudah menang dari mereka yang sama sekali tidak berani menerbitkan buku hanya karena takut dengan kegagalan.

  1. Kamu ingin menerbitkan tulisan yang sempurna

Kesempurnaan karya yang ingin diterbitkan merupakan sesuatu yang umum menjadi batasan diri pada penulis yang ingin menerbitkan tulisannya menjadi buku. Kamu dapat berjuang untuk menyelesaikan penulisan hingga bagian terakkhir, lalu melakukan koreksi terhadap naskah yang telah kamu buat sebelum kamu menentukan tulisan tersebut sudah komplit atau belum. Tugas yang harus kamu lakukan adalah menjadi sebaik-baiknya yang mampu kamu lakukan. Tapi, hal ini bukan berarti kamu harus menjadi sempurna karena sesuai pepatah lama “tidak ada yang sempurna di dunia ini.” Kesempurnaan hanyalah ilusi yang akan menjadi pembatas diri untuk berani menerbitkan buku sendiri.

Berusahalah untuk menghilangkan hal-hal yang dapat membatasi kreativitas dan mimpimu menerbitkan bukumu dengan self-publishing. Kamu memang harus melakukan perencanaan yang matang, namun jangan sampai hal ini menimbulkan ketakutan tersendri di dalam diri kamu. Realistislah terhadap semua yang mungkin terjadi dan beranilah mengambil resiko agar kamu tidak terjebak dalam pikiran-pikiran yang hanya akan membatasi diri kamu dalam menjadi penulis professional.

Baca juga : https://www.ronnydepu.com/9-cara-terbaik-untuk-mengembangkan-potensi-menulis-anda/