Perbedaan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor – Telah kita ketahui bersama bahwa seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang memicu lahirnya banyak program yang mempermudah dalam melakukan segala sesuatu. Dimana program tersebut memiliki kelebihan dan kekurannya tersendiri.

Dalam dunia tulis menulis istilah penerbit indie dan mayor bukanlah istilah asing yang jarang didengar ataupun tak diketahui. Sekilas penjelasan terkait penerbit indie dan mayor sebenarnya terletak pada skalanya saja yang mana penerbit indie bergerak dalam skla yang kecil sedangkan penerbit mayor dalah penerbit yang bergerak dalam skala besar yang sudah memiliki nama dalam dunia penerbitan seperti halnya gramedia, mizan dan lainnya.

Banyak dari penulis yang ingin menerbitkan naskahnya dalam bentuk buku sudah pasti menggunakan atau melalui jasa penerbit diantara keduanya. Namun penerbit manakah yang lebih efektif dan ekonomis yang harus dipilih oleh penulis? Setiap masing-masing dari penerbit memiliki perbedaan dalam aturan, harga serta dalam tahapan penyeleksian naskah yang ingin diterbitkan.

Baca juga : 10 Tips Rahasia Penulis Sukses Yang Sering Di Abaikan Penulis Pemula

Sebelum memilih diantara keduanya, penulis harus mengetahui perbedaannya terlebih dahulu. Karena solusi dari setiap permasalahan akan terjawab apabila kita telah mengenal sesuatu dengan sangat baik. Berikut perbedaan antara penerbit indie dan penerbit mayor :

Perbedaan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor

Perbedaan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor

Perbedaan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor

  1. Jumlah cetakan

Penerbit mayor mencetak buku dalam skala yang sangat besar misalnya pada cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar dan minimal 1000 eksemplar, namun, hal tersebut tidak berlaku pada penerbit indie. Dalam mencetak buku, penerbit indie mencetak buku secara berkala apabila ada yang memesan.

Penerbit mayor memang memiliki skala cetak buku dalam jumlah yang besar namun hal tersebut juga memerlukan dan yang cukup besar. Sedangkan penerbit indie hamper tidak memrlukan modal dalam mencetak buku karena penerbit indie mencetak buku berdasarkan pesanan, tentu hal tersebut dapat meminimalisirkan kerugikan.

Namun memang keutungan yang didapatkan penerbit mayor jauh lebih besar daripada penerbit indie.

Baca juga : Mungkin 6 Sikap ini yang menyebabkan Buku Kamu Tidak Terbit

  1. Penjualan buku

Dalam memasarkan buku, yang diterbitkan oleh penerbit dapat didapatkan dan tersebar pada toko-toko buku besar seperti halnya gramedia. Namun, buku yang diterbitkan oleh penerbit indie biasanya dapat dijual melalui media online.

Namun, dalam memasarkan buku penerbit indie dapat melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan distributor yang tentu sangat membantu penjualan buku terbitan penerbit indie, selain itu penerbit indie juga dapat bekerja sama dengan toko buku digital dalam memasarkan bukunya.

  1. Pemilihan naskah yang diterbitkan

Dalam proses pemilihan naskah yang akan diterbitkan penerbit mayor memang sangat selektif dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga tidak banyak naskah buku yang ditolak oleh penerbit mayor. Namun tolakan tersebut tidak berlaku bagi penerbit indie, karena penerbit indie tidak menolak naskah yang akan diterbitkan.

Sehingga sangat menjadi alternative yang tepat bagi penulis untuk menerbitkan naskah yang ia miliki. Akibat dari penolakan tersebut banyak dari penulis yang menerbitkan naskahnya pada penerbit indie, dan tidak sedikit juga naskah yang diterbitkan oleh penerbit indie mampu bersaing dan sangat laku dipasaran.

Kembali lagi semua ditunjang strategi yang menarik. Tanggung jawab Kualitas naskah dalam penerbit mayor dipegang oleh penerbit. Namun, kualitas naskah pada penerbit indie dipegang oleh penulis. Akan tetapi, penerbit indie juga menyediakan jasa editing, layouting dan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh penulis untuk meningkatkan kualitas naskahnya.

  1. Waktu penerbitan

Dalam waktu penerbitan mayor memang dikenal sangat lama karena penerbitan bisa mencapai waktu 1 hingga 3 bulan hingga 6 bulan.  Itupun jika naskah diterima, belum lagi aka nada proses penjualan tentu waktu yang panjang. Namun tidak berlaku pada penerbit indie, sehingga penerbit indie menjadi sangat efektif bagi penulis jika ingin bukunya diterbitkan dalam waktu yang singkat serta cepat.

Tentu kecepatan waktu dalam proses penerbitan tentu akan mempercepat proses penjulan pula. Karena itulah penerbit indie kerap menjadi pilihan yang tepat serta ekonomis bagi penulis.

Begitulah sekilas perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit indie yang wajib dipahami oleh penulis. Karena pemilihan penerbit adalah sesuatu yang sangat selektif yang berlaku bagi penulis. Setiap dari penulis memiliki permasalahan yang berbeda-beda dalam menerbitkan naskahnya misalnya tingkat kualitas naskahnya ataupun biayannya, dengan mengetahui perbedaan tersebut tentu dapat terjawab solusi dari setiap permasalahan penulis.

Apabila kita kaji secara ekonomis dan keefektifitasan penerbit, akan lebih baik jika penulis memilih penerbit indie sebagai tempat untuk menerbitkan naskahnya.

Baca juga : 3 Strategi Menulis Yang Baik dan Benar

Mengapa demikian? Dari sekian banyak kelebihan serta kekurangan masing-masing penerbit tentu dapat kita pahami apabila penerbit mayor adalah penerbit buku dalam skala yang besar dalam artian penerbit mayor sedikit sulit untuk dutembus oleh penulis, karena pada awal proses penyeleksian naskah saja sudah sangat sulit serta memakan waktu yang panjang.

Penolakan naskah kerap terjadi pada penerbit mayor serta waktu cetakan juga laerlampau lama, dalam menerbitkan buku bukan sekadar menjadikan naskah dalam bentuk buku saja, namun intinya terletak pada penjualan buku tersebut, apabila waktu cetakan saja sudah begitu lama bagaimana dengan proses penjualan.

Karena penjualan bukanlah suatu hal yang mudah meski penerbitan naskah melalui penerbit mayor memang sudah dapat dipastikan tersebar ditoko-toko buku terkenal, namun, hal tersebut belum tentu menjamin bahwa buku kita akan laris, karena letak dari keberhasilan penjualan ialah pada strategi promosi yang matang.

Bagi penulis pemula ataupun yang sudah berpengalaman memilih penerbit indie adalah jalan untuk menuju kesuksesan yang gemilang. Mengapa demikian? Penerbit indie tidak memberlakukan penolakan naskah namun oleh sebab itu tanggung jawab akan kualita naskah dipengang oleh penulis, tidak seperti halnya penerbit mayor yang mana tanggung jawab kualitas naskah dipengang oleh penrbit.

Namun hal demikian bukanlah suatu hal yang dapat menajdi masalah besar apabila penulis memilih penerbit indie sebagai penerbitan naskahnya, karena apabila naskah penulis belum cukup berkualitas maka penerbit indie menyediakan jasa editing, layouting dan sebagainya yang memang diperlukan dalam penerbitan naskah.

Tentu sangat efektif bukan? Waktu cetakan dalam penenrbitan naskah oleh penerbit indie biasanya dalam kurun waktu sebulan setelah naskah dikirimkan sudah bisa untuk diterbitkan. Sangat cepat daripada penerbit mayor. Tentu kecepatan tersebut sangat menunjang kecepatan pemasaran buku yang telah diterbitkan.

Memang buku yang diterbitkan penerbit indie biasanya banyak diperjual belikan dalam media online, namun terdapat solusi cerdas apabila buku kamu ingin tersebar buku-bukumu laku dipasaran, bagaiman caranya? Yakni dengan menggunakan Aplikasi Android dan menguploadnya Buku kamu di Google Play Store.

Sangat efektif sekali bagi penulis untuk melakukan cara ini, karena sahabat kami yang mengupload bukunya di Google Play Store bukunya sudah popular karena sudah di unduh hingga lebih dari 10.000, Strateginya bisa Anda baca lebih detailnya KLIK DISINI.

Memulai karir dalam dunia tulis menulis itu bukanlah sesuatu yang gampang karena itu dalam upaya penerbitan naskah bukupun tidaklah harus memilih media yang sulit bukan? Jika ada jalan yang mempermudah kita untuk berkarya mengapa meski memilih jalan sulit? Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihlah sesuai kebutuhanmu, namun penerbit indie tetaplah menjadi pilihan utama sebagai media berkarya. Salam sukses!!