sumber foto: flickr.com

Ini merupakan fakta yang menyedihkan bahwa sebagian besar karya tulis ilmiah tidak mencapai tujuan pembuatan dengan benar. Terlalu sering karya tulis ilmiah gagal membuat pesan penting yang harusnya disampaikan dengan jelas, mendorong sebuah tingdakan, dan bahkan menginspirasi kepercayaan pada profesionalisme penulis. Salah satu penyebab dari terjadinya hal ini adalah karena malasnya penulis untuk melakukan editing dokumen dengan benar.

Karya tulis ilmiah seharusnya tidak diberlakukan seperti itu. Untuk membuat karya tulis ilmiah yang baik, seharusnya penulis membutuhkan jasa editor untuk melakukan pemeriksaan yang mendalam. Apabila tidak dapat menyewa jasa seorang editor professional, maka seminimalnya penulis dapat menjadikan dirinya editor bagi karya tulis ilmiah yang dibuatnya,

Bagaimana caranya mengedit karya tulis ilmiah yang baik? Apa saja yang harus kamu lakukan? Berikut beberapa hal yang harus kamu lakukan saat mengedit karya tulis ilmiah:

  • Lakukan dengan terorganisir. Sebelum melakukan editing, buatlah folder di kompertmu dengan label yang jelas. Salin semua file awal di folder ini sebagai perlindungan dengan kemungkinan kehilangan data. Buat folder lainnya untuk menyimpan hasil setiap proses editing yang kamu lakukan. Jika kamu melakukan lima kali tahap editing, maka buatlah lima folder berbeda. Hal ini juga dapat membuat kamu membandingkan hasil pekerjaan yang kamu lakukan. Di setiap folder, kamu dapat membuat sebuah dokumen pendek yang menjelaskan isi dari folder tersebut. Kamu dapat membuatnya di Word atau Notepad.
  • Buat daftar pemeriksaan. Terutama jika kamu mengedit karya tulis ilmiah yang panjang, seperti karya tulis ilmiah untuk tugas akhir kuliah atau skripsi, maka akan lebih baik bagi kamu untuk membuat daftar hal-hal yang harus kamu periksa. Beberapa hal tersebut seperti nomor halaman, spasi, judul, tanda baca, dan hal lainnya. Kemudian saat kamu mulai mengedit, jika kamu melihat item baru yang perlu diperiksa, mak kamu tidak akan tergoda untuk memeriksa bagian tersebut dan melupakan daftar awal yang sudah kamu buat. Cukup tambahkan ke daftar dan kamu akan memeriksanya sesuai denan daftar tersebut.
  • Jelajahi dulu keseluruhan dokumen. Baca dan lihatlah kesalalahan yang terdapat di dalam dokumen karya tulis ilmiah kamu secara keseluruhan. Apakah strukturnya sudah logis? Adakah bagian-bagian yang harusnya lebih menonjol? Adakah bagian yang harusnya diletakkan di bagian pendahuluan? Atau mungkin adakah bagian yang seharusnya dihapuskan? Jika karya tulis ilmiah tersebut durancang dengan baik, seharusnya kamu tidak memerlukan penataan ulang yang besar. Tetapi, mungkin kamu menemukan cara untuk meningkatkan struktur karya tulis ilmiah agar lebih baik. Perhatikan bagian judul, paragraf, dan poin-poin yang dijelaskan. Kamu dapat menyesuaikan bagian ini agar tampilan dokumen kamu menjadi lebih menarik.
  • Edit hal yang sama. Tinjau bagian-bagian yang serupa secara bersama-sama. Misalnya tinjau semua tabel atau keterangan gambar secara bersamaan. Mungkin juga kamu dapat meninjau semua judul sub paragraf dan grafik terlebih dahulu sebelum bagian lainnya. Dengan menggabungkan tugas ini, kamu akan dapat mencari kesalahan hal-hal yang sama sekaligus. Hal ini akan mengurangi beban kognitif dan juga kemungkinan kamu melewatkan sesuatu.
  • Tetap rapikan paragraf dan kalimat. Ingat, tujuan kamu melakukan editing adalah agar dokumen karya tulis ilmiah kamu lebih layak untuk dibaca. Terutama jika karya tulis ilmiah kamu akan dibaca oleh dosen pembimbing dan penguji. Mereka terkadang tidak punya banyak waktu untuk membaca karya tulis ilmiah yang sudah kamu buat. Pastikan kamu tidak membuat berantakan susunan karya tulis ilmiah kamu dan menyorot bagian-bagian penting yang ada di dalamnya. Pertahankan juga paragraf dan kalimat untuk tetap pendek. Jika proses editing malah makin menghancurkan karya tulis ilmiah kamu, maka kamu benar-benar sedang dalam masalah.
  • Lakukan editing pada bagian yang diprioritaskan. Kesempurnaan dalam karya tulis ilmiah kamu tidak akan mungkin dicapai, bahkan dalam literatur terbaik sekalipun. Kamu hanya harus melakukan yang terbaik dengan kemampuan yang kamu miliki dalam waktu yang disediakan. Prioritaskan apa yang harus dan perlu untuk dilakukan. Jangan hanya fokus pada hal-hal kecil, seperti tata bahasa atau tanda baca. Kamu harus mengutamakan hal-hal yang lebih besar seperti kesalahan dalam menjabarkan bagian-bagian tertentu di dalam karya tulis ilmiah yang kamu buat. Jika kamu memiliki banyak waktu, setelah melakukan editing pertama, bacalah kembali hasil editing yang kamu lakukan. Kemungkinan kamu akan menemukan hal-hal baru.
  • Fokus pada bagian-bagian kunci. Kamu dapat memokuskan perhatian secara khusus pada bagian pembukaan dan pembahasan serta kesimpulan. Pembaca yang ditekan oleh waktu akan membaca bagian ini dan mengabaikan bagian lainnya. Jadi, kamu harus memastikan mereka ┬ámendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Apakah bagian pendahuluan sudah menjelaskan tujuan dan masalah di dalam penelitian yang kamu lakukan? Apakah bagian pembahasan dan kesimpulan sudah merangkum seluruh hasil penemuan dari penelitian kamu?
  • Gunakan trik proofreading. Mengedit sebuah dokumen karya tulis ilmiah membutuhkan konsentrasi yang berkelanjutan. Pikiran kamu akan mudah untuk masuk ke mode membaca biasa, sehingga kamu hanya akan membaca tanpa menemukan kesalahan di dalam dokumen yang kamu miliki. Untuk mencegah hal ini, cobalah beberapa trik visual pada Microsoft Word atau aplikasi pengolah kata yang kamu gunakan. Perbesar atau zoom dokumen kamu sehingga teksnya menjadi besar, ubah jenis hurufnya untuk sementara atau cetalklah dokumen yang akan kamu edit.
  • Teruslah simpan hasil editing. Hal ini tergantung dengan perangkat lunak atau aplikais pengolah kata yang kamu gunakan. Jika kamu menggunakan Google Docs, maka kamu tidak perlu menyimpannya terus menerus karena akan langsung tersimpan secara otomatis. Namun, jika kamu menggunakan aplikasi pengolah kata yang offline, maka kamu disarankan untuk melakukan hal ini. Menyimpan dokumen secara berkala akan mencegah kamu dari kehilangan hasil pekerjaan kamu karena masalah yang mungkin dapat terjadi. Tekanlah Ctrl+S setiap beberapa menit sekali. Pastikan kamu memiliki file cadangan bentuk awal dari dokumen yang kamu edit. Hal ini mungkin akan kamu butuhkan nantinya.
  • Baca dengan suara yang keras. Karya tulis ilmiah yang kamu buat mungkin tidak hanya ditulis dalam satu periode tertentu. Terutama saat kamu membuat karya tulis ilmiah secara berkelompok. Akan banyak pikiran yang tertuang di sana. Hal ini dapat membuat konteks di dalam karya tulis ilmiah kamu menjadi terputus. Kamu perlu menambahkan satu atau dua kalimat atau mungkin juga paragraf untuk membuatnya menjadi menyambung. Hal ini tidak akan merusak aliran karya tulis ilmiah yang dibuat. Kamu dapat membaca karya tulis ilmiah tersebut dengan kencang dan kamu akan menemukan bagian-bagian yang tidak menyambung dengan baik.
  • Ikuti aturan yang ditetapkan. Baik kamu menulis karya tulis ilmiah untuk perlombaan atau untuk tugas kuliah, tentu ada aturan yang harus kamu ikuti. Selama melakukan editing, pastikan kamu untuk berpegang pada aturan ini. Apakah ada jumlah halaman minimum yang harus kamu miliki? Bagaimana penulisan nomor halaman di karya tulis ilmiah kamu? Berapa spasi yang harus digunakan? Style apa yang digunakan untuk melakukan sitasi? Pastikan kamu untuk membaca peraturannya dua kali agar kamu benar-benar dapat memahaminya.
  • Periksa pilihan kata yang digunakan. Penulis dan editor menyiapkan dokumen, namun nilai dari tulisan tersebut tetap terletak pada pembaca. Siapa pembaca kamu? Apa bahasa yang tepat untuk mereka? Kamu mungkin harus menggunakan bahasa yang sangat akademis, menghindari menggunakan istilah yang sulit dimengerti, atau mungkin kamu dapat menggunakan bahasa yang lebih santai. Cobalah untuk memaksimalkan pemilihan kata-kata di dalam karya tulis ilmiah yang kamu buat. Jika pembaca kamu tidak berasal dari bidang studi yang sama dengan kamu, kurangilah penggunaan istilah yang terlalu akademis. Hal ini akan membingungkan mereka. Sebisa mungkin gunakanlah istilah dalam bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami.