sumber foto: pexels.com

Tidak peduli jurusan apa yang kamu ambil di bangku kuliah, cepat atau lambat, kamu harus menulis makalah. Entah itu untuk tugas harian atau makalah yang akan menentukan kelulusan kamu dari jurusan yang kamu ambil. Makalah dalam bentuk jurnal, karya tulis ilmiah, ataupun skripsi masih menjadi cara yang ampuh untuk menguji kemampuan mahasiswa selama masa kuliah. Hal inilah yang terkadang membuat banyak mahasiswa merasa frustasi.

Baik kamu diminta untuk menulis makalah yang hanya sepuluh lembar atau skripsi yang ratusan lembar, kamu tetap dapat menggunakan metode yang sama untuk menulis, meninjau, dan mengedit tulisan yang sudah kamu buat. Lalu, teknik apa yang dapat kamu pakai agar proses penulisan makalah ilmiah tidak menjad hal yang menakutkan? Berikut ini beberapa teknik menulis makalah ilmiah yang akan mempermudah dan mempercepat pekerjaan kamu:

  1. Membuat Garis Besar (Outline)

Hal yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa ataupun siswa dalam membuat makalah ilmiah adalah menulis sehari atau semalam sebelum tugas tersebut dikumpulkan.

Mengumpul saat sudah deadline seperti sudah menjadi kebiasaan sebagian besar mahasiswa atau pelajar di dunia. Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan menulis seakan-akan kamu sedang berada di hutan dan tersesat di tengah-tengah ide dan kalimat yang tidak lengkap.

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk menulis makalah dengan baik dan benar adalah mengubah kebiasaan ini. Jika kamu mendapatkan tugas untuk membuat esai atau makalah, maka uraikanlah topik yang diberikan kepadamu.

Beberapa dosen menginginkan kamu untuk membuat outline tulisan terlebih dahulu. Namun, sekalipun dosen kamu tidak memintanya, kamu tetap disarankan untuk membuatnya juga.

Outline akan berisikan gagasan yang akan menuntun kamu sepanjang penulisan, hal yang kamu perdebatkan, dan bukti yang kamu temukan yang akan mendukung kesimpulan yang kamu ambil. Membuat outline sama halnya dengan kamu membuat rancangan sebelum membangun gedung atau membuat pola sebelum kamu menyulam di atas kain.

Kamu akan memiliki arah dan penuntun yang jelas saat kamu membuat outline di awal penulisan makalah ilmiahmu.

  1. Ciptakan Suasana yang Nyaman untuk Menulis

Menulis makalah dapat menjadi hal yang sangat membosankan dan menyebalkan. Terutama jika kamu memang tidak menyukai dunia tulis-menulis. Inilah mengapa orang-orang yang menyediakan jasa penulisan skripsi masih saja laku meskipun jelas-jelas dilarang.

Untuk membantu kamu menulis dengan tenang, kamu dapat menciptakan suasana yang akan membuat kamu nyaman. Ciptakan suasana yang membuat kamu dapat menjadikan kegiatan menulis menjadi bagian dari rutinitas harian yang harus kamu jalani.

Kamu dapat melakukan hal-hal yang kamu sukai sebelum menulis. Misalnya, kamu menonton Youtube selama 10 menit, lalu menulis selama 20 menit, kemudian kamu menonton lagi selama 10 menit, dan seterusnya hingga tulisan kamu selesai. Hal ini akan membantu kamu untuk mengurangi frustasi dan tekanan sepanjang penulisan.

Kamu juga dapat menyetel lagu atau musik kesukaan kamu saat kamu menulis. Namun, pastikan kamu tidak ikut bernyanyi dengan adanya lagu tersebut karena hal ini akan membuat kegiatan menulis kamu menjadi gagal. Kamu dapat memutar musik instrumental atau musik dari bahasa lain yang sulit kamu ucapkan.

Jika dengan secangkir teh atau kopi dapat membantu kamu lebih konsentrasi sepanjang penulisan, kamu juga dapat menyediakannya. Kamu juga dapat melakukan hal lainnya, seperti duduk di tempat yang sepi dan tenang atau mungkin menulis di kafe yang memiliki suasana yang kamu sukai. Lakukan apapun hingga kamu mendapatkan draft pertama makalah ilmiahmu.

Setelah kamu mendapatkan draft pertama tulisan kamu, maka langkah selanjutnya adalah memperbaikinya. Berpindahlah ke ruangan yang berbeda atau istirahatlah selama beberapa waktu untuk menyegarkan pikiranmu.

Setelah itu, barulah kamu ambil kembali draft tulisan yang sudah kamu buat, lalu periksa kesalahan yang mungkin kamu lakukan. Hal yang paling utama adalah mengoreksi kesalahan tanda baca, tata bahasa, dan ejaan di dalam makalah ilmiah yang kamu buat.

  1. Terapkan Aturan yang Benar untuk Menulis yang Efektif

Dalam penulisan makalah ilmiah atau esai, kamu dapat menggunakan aturan berikut sebagai panduan dalam menulis yang lebih efektif.

  • Hindari menggunakan kata ganti orang pertama
  • Hindari menggunakan kalimat pasif
  • Jangan menggunakan kata atau istilah asing hanya untuk terdengar cerdas
  1. Gunakan Gaya dan Tata Bahasa yang Baik dan Benar

Ketika kamu menulis dan merevisi esai kamu, pastikan kamu memeriksa penggunaan kata di dalam tulisanmu. Pastikan kata-kata yang kamu gunakan masuk akal dan jelas untuk menyampaikan ide-idemu.

Kamu dapat menggunakan aplikasi pemeriksa ejaan untuk memeriksa kata-kata yang salah atau tanda baca yang kurang sesuai. Jika kamu menulis dengan topik yang sensitif, seperti suku atau ras atau agama, jangan pernah menuliskan kata-kata yang memihak ke salah satu sisi apalagi menjelekkan sisi yang lainnya.

Jika kamu memperdebatkan sesuatu dari sudut pandang kamu, jangan terlalu keras dan pastikan untuk tidak memihak.

  1. Manfaatkan Banyak Sumber Daya dan Referensi

Kamu sudah membayar biaya untuk masuk dan kuliah di kampusmu. Jadi, manfaatkanlah sebaik dan sebanyak mungkin literatur yang tersedia di kampusmu. Baik itu yang disediakan di perpustakaan atau yang ada di website kampusmu. Banyak mahasiswa yang tidak menggunakan pusat literatur sesering yang seharusnya.

Selain itu, kamu juga dapat bekerjasama menulis esai atau makalah dengan mahasiswa yang tergolong aktif atau pernah mendapatkan bimbingan dari dosen yang bersangkatan. Hal ini akan membantu kamu dalam memahami makalah atau esai yang diinginkan oleh dosen tersebut.

  1. Sitasilah Sebanyak Mungkin

Saat kamu menulisa makalah atau esai, jangan membuat kalimat-kalimat yang hanya berisikan pendapat dari kamu. Sekalipun ide yang kamu ungkapkan berasal dari pemikiran yang logis dan dapat dipercaya, kamu tetap harus menyertakan buktinya.

Temukan sumber yang dapat mendukung pernyataan yang kamu sampaikan. Hal ini akan mendukung argumen yang kamu sampaikan lebih kredibel. Hal ini juga menunjukan kamu mengola analisis pada tingkat yang lebih tinggi.

Kamu dapat menggunakan jurnal atau buku-buku yang mengemukakan pendapat yang serupa dengan kamu. Jangan lupa untuk menyertakan sumbernya di bagian sitasi dan daftar referensi. Jika kamu tidak melakukan ini, selain argumen kamu akan dinilai tidak kredibel, kamu juga akan dituduh telah melakukan plagiarisme.

Menuliskan sitasi dan daftar referensi memang hal yang menyebalkan dan menyusahkan. Namun, ini termasuk salah satu bagian penting dari penulisan makalah ilmiah yang kamu lakukan.

Kamu dapat menggunakan beberapa aplikasi atau fitur di Microsoft Word untuk menyusun sitasi dan daftar referensi agar lebih mudah.

  1. Baca dengan Jelas Tulisan yang Sudah Kamu Buat

Semua hal yang sudah kamu tuliskan di dalam tulisan kamu tentu akan menjadi hal yang masuk akal bag kamu. Namun, setelah kamu selesai menulis makalah kamu, ada baiknya kamu membacakan makalah kamu dengan suara yang keras atau minta teman kamu untuk membacanya.

Hal ini akan membantu kamu untuk menemukan kemungkinan kesalahan yang masih menempel hingga draft terakhir makalah yang kamu tulis. Kamu dapat meminta bantuan teman kamu untuk mengukur apakah tulisan kamu sudah mudah dipahami atau belum. Semakin banyak mata yang bekerja untuk makalah kamu, akan semakin baik.